Hilang mood untuk menulis

Ahhhh..resehh niii, tadinya udah kebayang mo nulis sesuatu. nulis yang lucu lahh, pengalaman pribadi lagi, kan seru tuh gw tulis. Huhuhuuuu, tapi setelah melihat facebook seseorang, gw jadi lemes ya.

Sebenernya kejadian ini udah 2x gw alami. Mungkin untuk orang-orang, masalah ini sepele yaaaa,,tapi bagi gw ini hal yang serius. gw sedih sungguh…

Okay,, kejadiannya adalah gw melihat adik kelas gw sudah tidak berjilbab lagi. Mmm, banyak si temen-temen yang udah ga make jilbab lagi siih. Tapi masalahnya adalah gw melihat adik kelas gw ini sangat potensial, dia pintar, dan sempat berpikir, dengan kesempatan yang ia miliki, mungkin bisa mengubah tanggapan orang-orang luar tentang islam. Jadi kebetulan dia ini sering keluar negeri, entah untuk perwakilan kampusnya untuk kompetisi debat atau yang terbaru ini dia lagi di Amerika Utara. Gw liat poto-potonya yang die jadi debater lawan orang-orang bule…hanya bisa terlintas:Keren!!. Tapiiiii,,berubah semuanyaaa ketika gw melihat dia sudah tidak berjilbab lagi di Amerika sana. Dan yang lebih parah lagi, dia sudah memakai baju seadanya..seeeeeeeerrrrrrrrreeeemmm

Nah kejadian yang pertama selain adik kelas gw itu adalah sahabat gw sendiri melepas jilbabnya!!gw ama dia berteman sejak smp, lalu tahun kemarin dia ambil kuliah di inggris, yang terakhir gw liat dia ikutan program di Afrika Selatan. Sama seperti adik kelas gw, sahabat gw…sudah melepas jilbabnya. Padahal setau gw, orang tua nya sering datang ke masjid untuk ikutan kajian islam.

Yang bisa gw ambil dari kejadian tersebut adalah:

1. Walau gw katagorinya biasa-biasa aja yaa…(hehehhe), tp syukur Alhamdulillah, gw masih di jaga sama Alloh.

2. Cita cita gw awalnya adalah ingin menjadi muslimah yang bisa membuktikan kepada dunia bahwa islam adalah agama yang benar (melalui sesuatu gitu). Tapi itu membuat gw takut, takut seperti temen-temen gw itu. Hihiii,,karena cita-cita gw yg unik itu, maka gw berpikir gw harus kawin dulu dahhh, biar ada yg jagain,,,

3. Gw merasa kasian, sama temen-temen yang sudah melepas jilbabnya. Dapat untung apa ya mereka melepas jilbab..kasihan. Dapat temen?biar diterima lingkungan sana ya?kasihan. Padahal kematian bisa datang kapan saja… :( (walau gw ga yakin juga, kalo gw diposisi mereka, apakah gw masih bisa mempertahankan jilbab??naudzubillah hindarkan ak ya Alloh).

Fenomena apakah iniii???gw berasal dari sekolah khusus islam, full day islamic school. Dulu waktu SMP diajarkan ttg Shiroh Nabawiyah, bahasa arab, fiqih, hafal Al Quran, dll. Waktu SMA (disekolah yang sama) masih diajarkan hal yang sama. Dan hampir setiap angkatan setiap tahunnya, pasti ada yang buka jilbab. Sedih kan? Nyokap selalu ngomong dengan fenomena yang ada ini, sekolah seharusnya bukan tanggung jawab pendidikan anak. Di rumahlah pendidikan berasal, dimana orang tua bermain peran penting.

Dan gw sangat setuju dengan pernyataan nyokap gw ini, gw sebagai anak merasakan kerasnya pendidikan orang tua gw. Eheeemmm,,bagi yang ngeliat gw pasti merasakan hal yang sama (najong). Walau bukan karena penjagaan Alloh melalui orang tua, pasti gw menjadi gadis-gadis pada umumnyaaa…yaaa jilbab itu. Syukur alhamdulillah ya Alloh…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.